Posted by: chYan | February 4, 2010

Hitam

Aku duduk di sudut ini

memandang ke dalam kosong

Hitam,

hanya itu

yang bisa kulihat

detik ini

Aku berpikir,

apa arti hitam itu?

Noda kah?

Cela kah?

Ataukah itu hening?

Aku seakan berkaca

pada hitam itu,

ternyata wujudku ada

Apa itu?

Aku tak tahu

Aku tetap duduk

di sudut ini,

merenungkan hitam

yang membentang

Aku ingin tahu apa ini?

Tolong!

Beritahu aku!

Kau sadar dan tahu

hitam itu apa

Suara mengerikan itu

terdengar dalam kepalaku

Aku terkesiap!

Aku takut!

Apa itu?

Tak perlu kau bohongi

dirimu sendiri

Itu hanya akan merugikanmu

jika kau

tak segera menghapus

hitam itu

Tidak!

Suara itu terdengar lagi!

Apa ini ini sebenarnya?

Ini

adalah

pertarungan hatimu

Tuhan…

Apa ini?

Apakah hitam itu

adalah seluruh dosa-dosaku?

Apakah hitam itu

adalah keakuanku?

Apakah hitam itu

adalah murkaMu?

Aku masih duduk

di sudut ini,

mencoba menghapus

hitam di depanku

Aku bersujud

di sudut ini

Ku mohon Ya Allah

hapuskan hitam ini

dari hatiku

Posted by: chYan | January 15, 2010

AVATAR : BUKTI NYATA KESERAKAHAN MANUSIA

Assalamu’alaikum…

Sudah menonton film Avatar di bioskop? Mungkin sebagian besar dari Anda sudah menontonnya. Dan sebagian lagi tentunya belum memiliki waktu luang atau bahkan tidak tertarik untuk menonton film tersebut. Bagi yang sudah menonton, apa pendapat Anda tentang film tersebut? Menarik? Tidak menarik? Atau bahkan membosankan? Anda bebas menentukan wacana Anda sendiri.

Tapi bagi saya, film tersebut merupakan film yang sangat fantastik. Selain karena film tersebut menelan biaya produksi terbesar sepanjang masa, diarahkan oleh sutradara handal James Cameron (sutradara film Titanic, kalau Anda masih ingat), juga karena setting film yang sangat “wah” sekali. Bagi Anda yang sudah menontonnya, saya yakin Anda akan berdecak kagum dengan latar film yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan efek-efek yang sangat berbeda dengan film-film sejenis yang sudah pernah ada sebelumnya. Begitu hidup. Begitu nyata. Tak kan ada yang bisa melupakannya jika telah menontonnya.

Namun, terlepas dari semua kefantastikan film tersebut, ada hal terpenting yang membuat film tersebut sangat layak diacungi jempol. Bisakah Anda menduga apa yang membuat film ini begitu berbeda dengan film-film Hollywood lainnya yang mampu menembus pasaran dunia sebelum Avatar diproduksi? Pesan moral yang dikandung film ini. Hal itu yang memberikan “nyawa” dan “kekuatan” dalam film bergenre science fiction ini. Membuat hal yang telah diatur sedemikian rupa sehingga terlihat seperti nyata itu semakin terlihat amat nyata dan manusiawi sekali.

Lalu, apa pesan moral yang dikandungnya itu? Mungkin tak semua orang berhasil menangkap pesan moral yang sebenarnya. Tapi, jika Anda renungkan, pesan itu akan menusuk sangat dalam ke seluruh pembuluh darah Anda dan Anda akan menyadari apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini sekarang.

Mungkin sebelum saya membahas lebih lanjut tentang pesan moral yang ada di film itu, ada baiknya jika kita mengulas kembali apa yang terjadi dalam film berkeuntungan tertinggi di seluruh dunia itu.

Film berdurasi 162 menit ini mengisahkan tentang seorang marinir yang cacat akibat perang yang kemudian dikirim untuk misi khusus ke sebuah planet yang bernama Pandora. Planet Pandora, yang dihuni oleh suku primitif yang bernama suku Na’vi ini, memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Pohon-pohon yang hijau dan besar, bahkan dapat bersinar dalam kegelapan, hewan-hewan yang beragam, gunung yang melayang, memang sungguh memanjakan mata kita saat menontonnya.

Nah, misi khusus yang diemban oleh Jake Sully alias marinir cacat itu adalah melakukan pendekatan dengan suku Na’vi agar mau pindah dari tempat mereka berdiam sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para ilmuwan bumi bisa meneliti dan mengeksplorasi mineral langka dan mahal yang disebut Unobtanium. Supaya lebih mudah beradaptasi dengan suku Na’vi yang memiliki fisik yang lumayan berbeda dengan manusia bumi dan juga karena manusia bumi tidak bisa bernafas di Pandora, maka Jake Sully dibuatkan tubuh serupa Na’vi yang disebut dengan Avatar. Melalui tubuh Avatar itulah Jake Sully melakukan pendekatan dengan suku Na’vi agar suku Na’vi meninggalkan tempat tinggal mereka dengan kompensasi tertentu. Tanpa harus terjadi pertumpahan darah.

Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Pimpinan proyek yang sudah tidak sabar ingin mengeruk keuntungan tidak mau menunggu terlalu lama. Ia merencanakan untuk mengusir suku Na’vi secara paksa dari tanah mereka sendiri. Lalu dimulailah penghancuran tempat tinggal suku Na’vi yang indah dengan sangat brutal dan terjadinya pertumpahan darah di suku Na’vi. Maka perang antara manusia dan suku Na’vi dimulai.

Dari sedikit review film yang mengambil latar tahun 2154 di atas, Anda tentu bisa menyimpulkan apa pesan moral yang dikandung oleh film tersebut. Dari paragraf sebelumnya, jelas terlihat bahwa manusia menunjukkan sifat alamiahnya, yaitu ingin memiliki lebih dengan cara apa pun. Keinginan manusia untuk selalu mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda membuat mereka mangandalkan segala cara untuk dapat memenuhinya.

Di sinilah kita bisa melihat, dan ini telah menjadi bukti atas keserakahan manusia. Manusia tanpa berpikir panjang menghancurkan lingkungan alam yang begitu indah hanya demi memuaskan nafsunya. Kita bisa melihat, bagaimana para pengembang proyek itu menghancurkan hutan-hutan yang ada di Pandora dan mengusir penduduk aslinya dengan paksa dan tanpa belas kasihan. Padahal itu tanah milik mereka, bahkan itu adalah planet mereka. Bukan planet milik manusia. Manusia tiba-tiba datang, lalu menjajah planet yang indah itu hanya karena ingin mengeruk kandungan mineral yang ada di dalamnya. Sungguh tidak tahu diri sekali.

Bukan hanya digambarkan melalui film. Tapi di kehidupan yang nyata ini pun, keserakahan manusia seperti itu pun terlihat sangat jelas. Bagaimana alam kita sendiri yang ada di bumi ini dirusak hanya demi memuaskan nafsu akan keuntungan yang berlipat ganda.

Kita bisa melihat, bagaimana keadaan bumi kita sekarang ini? Setiap hari, puluhan hektar lahan alami dirusak. Hutan-hutan ditebang, dibakar, dan dihancurkan tanpa belas kasihan sedikit pun. Hewan-hewan diburu dengan kejamnya hanya untuk dibuat hal-hal yang tidak perlu. Dan mata kepedulian manusia terhadap lingkungannya sudah ditutupi oleh keperluan duniawi. Padahal kelangsungan hidup manusia bisa terancam dengan tingkah manusia itu terhadap lingkungannya sendiri.

Melihat polah manusia yang seperti itu, tak heran jika sekarang pemanasan global telah melanda bumi ini. Bumi semakin panas, kehidupan semakin sulit. Semua hal itu merembet ke berbagai segi kehidupan. Padahal hanya karena satu masalah, yang sering dianggap sepele, tapi itu sama sekali tidak sepele. Pengaruhnya akan luar biasa sekali terhadap bumi kita ini. Bahkan terhadap kehidupan kita sebagai penghuni bumi.

Pernahkan Anda membaca cerita-cerita futuristik? Cerita futuristik adalah cerita yang mengambil latar kehidupan manusia dimasa depan. Saya sering membaca cerita-cerita seperti itu. Bagi Anda yang sering membaca cerita futuristik, mungkin Anda tahu bagaimana kehidupan yang sering dikisahkan di sana. Lapisan ozon yang sudah tidak ada lagi, manusia yang harus selalu menggunakan pakaian khusus untuk mencegah kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet, makan makanan buatan, tidak ada lagi yang namanya tumbuhan dan hewan, semuanya serba buatan.

Nah, apakah Anda mau kelak keturunan kita mengalami hal-hal seperti yang terjadi di cerita-cerita futuristik itu? Generasi setelah kita akan kehilangan hal-hal yang berharga yang dapat dipelajari di alam. Mereka tak kan pernah bisa melihat dan merasakan keindahan alam yang sesungguhnya. Semuanya sudah habis dan mereka hanya bisa mendambakan kehidupan alami yang hanya ada di masa lampau.

Jika kita tidak menginginkan generasi kita yang selanjutnya mengalami hal yang seperti itu, mulai sekarang kita harus mengurangi keserakahan kita sebagai manusia. Seperti kata seorang da’i kondang, mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulailah saat ini. Jadi, kita bisa memulai untuk menjaga lingkungan kita dari diri kita sendiri. Mulai dengan lingkungan kecil yang ada di sekitar kita, dan mulai kita lakukan detik ini juga

Selain itu, kita juga harus menanamkan rasa kebersamaan. Bagaimana rasanya jika kita menjadi orang-orang yang dirugikan seperti suku Na’vi dalam film Avatar itu? Apa rasanya jika tanah di mana kita menjalani kehidupan kita dihancurkan dengan amat sangat kejam dan brutal? Hanya hati Anda sendiri yang mampu menjawabnya.

Dan dari sana Anda akan dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Seperti salah satu prinsip hidup saya; jika saya tidak ingin orang lain memperlakukan saya seperti itu, jangan perlakukan orang lain seperti itu. Maksudnya, jika Anda tidak mau lingkungan Anda dirusak oleh orang lain, maka Anda jangan merusak lingkungan orang lain. Jika Anda telah merasakannya, maka Anda akan tahu bahwa rasanya sakit sekali.***

Posted by: chYan | January 10, 2010

Dia yang Kini Hadir….

aku tak pernah menduga

apa yang sebenarnya dia rasa

aku pun tak pernah ingin mencari tau

sudahlah

dan aku pun tak berani mengharapkan

tak bisa ku tepiskan ragu ini dari pikiranku

saat hal itu terungkap

meluncur dari pikiranmu

dia yang kini hadir

membawa senyum untukku

terima kasih

Posted by: chYan | January 2, 2010

Ketika Jilbabku Dipertanyakan oleh Seorang Pria

Assalamu’alaikum…

Hmmm.. Kejadian ini baru aku alamin kemarin. Dan ini sungguh membuat aku bener2 terkejut dibuatnya. Entah apa yg ada dipikiran pria itu.  Aku pun tak tau agamanya apa. Semoga saja ia bukan seorang Muslim, karena itu hanya akan mempermalukan orang2 Muslim. Karena, sungguh, ucapannya benar2 tidak pantas sama sekali.

Mungkin singkat saja ceritanya. Kemaren, aku pergi ke pantai bareng keluarga besarku. Kalo ke pantai ga berenang, rugi banged kn? Jadinya aku berenang. Lagi pula sejak aku mengenakan jilbab, aku ga pernah berenang lagi. Akhirnya, karena kemaren aku bener2 pengen berenang, jadinya aku berenang. Aku berenang pake kaos longgar lengan panjang, celana training, dan masih mengenakan jilbab. Ga pengen aja ngelepas jilbabnya. Rasanya tentu ga nyaman ga pake jilbab ditengah keramaian itu.

Aku berenang dengan pacar abangku yang juga sama2 pakai jilbab. Dia pun tidak melepas jilbabnya. Sempet aneh juga pandangan orang2 karena gaya kami yg tidak biasa. Ga ada yg peke jilbab. Ada c yg pake, tapi bajunya lumayan kebuka gitu. Jadinya kami yg paling berbeda.

Suatu ketika, aku masih berenang sendirian, karena si mbak udah naek duluan ke pantai. Jadinya aq masih maenan air aja.  Nah di saat inilah kejadian itu terjadi.

Seorang pria tiba2 mendekatiku. Aku yg memang tidak peduli, tetap bersikap dingin (karena itu emg sikapku, kalo ga kenal pasti dingin. Apalagi ma cowo). Lalu dia dengan santainya bertanya,

“Kok panas2 gini pake jilbab c? Masa renang begitu pake jilbab? Buka aja. Ngapain c pake jilbab? Ga bagus tau. Ga ada enak2nya pakai jilbab itu.”

Astaghfirullah…. Aku sungguh2 terkejut dengan ucapannya. Rasanya aku ingin menatapnya dengan tajam, dan kemudian menamparnya sekuat yg aku bisa. Karena aku sungguh terhina dengan ucapannya itu. Akhirnya aku hanya bisa diam dan kemudian aku pergi meninggalkan pria yang menurutku ga punya otak itu.

Aku bener2 berharap pria itu bukanlah seorang Muslim. Aku tidak yakin ada pria Muslim yg berkata seperti itu. Karena telah jelas2 disebutkan dalam Al Qur’an bahwa seorang wanita Muslimah wajib mengenakan jilbab.  Kalau pria itu seorang Muslim, tentu ia tahu akan aturan itu. Astaghfirullah…. Aku sungguh2 tak menyangka ucapannya akan seperti itu.

Haaa…. Semoga saja kejadian ini tidak terulang lagi dan pria itu diberi hidayah oleh Allah sw agar ia sadar jika ucapannya tidak pantas diucapkan.

C u…

Posted by: chYan | December 31, 2009

Satu Tahun Lagi Berlalu….

Assalamu’alaikum…

Hmmm… Ga kerasa yah? Satu tahun lagi telah berlalu. Besok, 2010 menjelang menutup lembaran 2009.. Rasanya cepat sekali waktu berlalu. Tau2 tahun udah berganti. Nanti gak kerasa lagi, dah taun 2011, ganti tahun lagi. Yah, kalo yg itu jangan dibahas dulu. Soalnya 2010 aja belom disambut, masa dah ngomongin 2011?

Well, buat aq, ganti tahun juga ganti umur. Yah, aku kn lahir tanggal 31 Desember. Jadi, alhamdulillah, sekarang aku ultah.. Walau pun kata mamahku, jam segini aku lum lahir. Tar jam 11.45 nanti.. Hehehehehe…

Jadi buad aku, malem taun baru itu selalu berkesan. Karena aq bukan hanya menanti pergantian tahun, tapi juga menati pergantian usiaku. Tahun ini aku udah menginjak usia 19 tahun.. Tahun terakhirku berusia belasan. tahun depan aku udah berusia kepala 2. Artinya aku udah dewasa. Aku udah masuk di dunia yang baru lagi. Karena jika kita udah berumur kepala 2, orang sudah memandang kita dengan berbeda…

Selama setahun aku berumur 19 ini, aku ingin menikmatinya.  Aku ingin menikmati saat2 terakhirku berusia belasan. Tapi juga aku ingin belajar menjadi lebih dewasa. Hmm.. gimana yah?? Pengennya memadukan kenakalan (yg positif loh) dari usia belasan dengan keinginan menjadi dewasa. Rasanya sayang kalo usia belasan yg terakhir ini ga dinikmati. Ya ga??

Yah, mungkin taun depan lebih banyak instrospeksi diri aja. Tidak mengulang kesalahan2 yg udah aku buad d taun 2009 ini. Change to be better. Berubah ke yang lebih baik. Step by step to mature

Banyak sekali yg terjadi di 2009 ini. Semuanya adalah jalanku menuju kedewasaan. Kematangan dalam hidup.

Taun ini, aku menghadapi UN. Alhamdulillah, aku lulus dari SMA dan kini aku udah jadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yg cukup bagus. Kalo kita udah lulus dari SMA, itu artinya aku udah bukan anak2 lagi. Karena aku bukan siswa lagi. Dalam pandangan orang, udah berubah jauh memandang aku yg SMA dulu dengan aku sebagai mahasiswi.

Selain itu juga, masih ditaun 2009, aku juga mengalami banyak proses menuju kedewasaan. Taun ini, kedua ortuku diuji oleh Allah swt. Pertama, mamahku kecelakaan sehingga harus mengalami patah kaki dan harus di gips selama 2 bulan serta menjalani proses pemulihan berbulan2. Saat itu, aku bener2 berkuras. Mengambil alih seluruh pekerjaan rumah tangga karena mamah sama sekali ga bisa ngelakuin itu. Dan aku belajar menjadi seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, aku sudah sedikit2 terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga (selama ini aku jarang melakukan pekerjaan rumah tangga karena sibuk dengan kegiatan sekolah).

Terus bulan Desember ini, papahku kena stroke ringan dan harus dirawat di RS selama seminggu. Mamahku sama sekali ga pulang ke rumah. Akhirnya aku juga yg kelabakan membagi waktu antara kuliah dengan mengurus rumah. Untung aja ada pacar abangku yang mau bantuin aku ngurusin rumah.  Kalo ga, aku ga tau apa yang terjadi. Selama itu aja, tiap hari aku telat ke kampus. Pulang aku ada kegiatan UKM lagi. Jadinya waktu dirumah bener2 minim…. Tapi untunglah.. Aku bisa..

Yah, mungkin itu pelajaran buat aku. Masih banyak lagi c sebenernya yg bisa aku pelajarin di 2009.. Dan I’m hoping it can make me more mature in my new age..

C u…

Older Posts »

Categories