Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

Nothing Last Forever

Assalamu’alaikum…

7031885-lgUdah nonton film 2012? Mungkin beberapa dari kita udah nonton film itu (aq belom kebetulan.. hehehehehe). Film yang amat booming sekarang ini (sampe2 aq mesti pindah 2 bioskop, tapi tiketnya masih abis juga, well, ga penting,, skip this), menceritakan tentang bencana besar yang menyebabkan kehancuran dunia alias kiamat (biar pun belum nonton, tapi dah baca resensinya euy, okay,, I’ll skip this).

Memang gak bisa dipungkiri sama sekali kalau dunia itu bakal kiamat. Cuman masalahnya, kita ga bisa prediksi kapan itu terjadi. Karena dalam Al Qur’an, disinggung bahwa kehidupan di dunia ini akan berakhir suatu saat nanti. Tapi Allah swt ga ngasih tau, kapan hal itu terjadi. Jadi belum tentu kiamat terjadinya taun 2012 kn?? Bisa jadi, tapi ga pasti.

Ga usahlah bicara tentang kiamat saat ini. Sekarang kita bicara tentang realita aja. Maksud kiamat itu apa.  Ya udah jelas c, kiamat itu hari berakhirnya segala kehidupan. Tapi kalo dibicarakan ke masa kini, apa yang bisa kita tarik dari makna kiamat itu sendiri. Persepsi yang bisa diambil saat ini, kiamat itu mengartikan ga ada hal yang bertahan selamanya. Nothing Last Forever. Semuanya akan berakhir suatu saat nanti.

Apa yang kita miliki, kita akan kehilangan itu suatu saat nanti. Sebaik apa pun kita menjaga dan mencintai sesuatu, kita pasti akan merasakan kehilangan terhadap sesuatu tersebut. Tak ada yang abadi di dunia ini. Apapun yang kita miliki, itu takkan kekal. Kita pasti akan kehilangannya. Tinggal menunggu saatnya saja.

Kehilangan, memang menyakitkan. Dan semua makhluk akan merasakannya. Apa pun itu. Benda, rasa, bahkan keluarga. Semua yang dimiliki.

Kita lihat saja, seperti bencana yang baru terjadi di Indonesia. Bencana gempa di Sumbar. Mereka kehilangan semuanya. Mereka kehilangan tempat tinggal, harta, semua bendanya. Lalu mereka dicekam ketakutan dan kesedihan, kehilangan rasa bahagia. Terakhir, mereka ditinggalkan oleh ayah, ibu, adik, kakak, dan sanak saudara, artinya mereka kehilangan keluarga.

Tak ada yang tau mengapa semua itu trjadi. Hanya Allah swt yang tau mengapa. Yang harus kita tau hanyalah mengapa Allah menciptakan rasa kehilangan itu. Sesuatu yang tidak abadi. Hanya 1 alasan. Allah ingin mengajarkan kepada hamba-Nya tentang rasa bersyukur, tanggung jawab dalam menjaga titipan-Nya dan ketidakberlebihan terhadap sesuatu.

Jika kita pernah memiliki sesuatu, kita akan mempunyai kenangan akan hal yang kita miliki itu. Itu lah yang harus kita syukuri. Kenangan bersama hal tersebut. Dan juga kita harus melihat hikmah yang terdapat saat kita memiliki hal tersebut. Kemudian, kita akan bisa bersyukur karena kita telah diberi kesempatan dan kepercayaan untuk memiliki hal tersebut walau hanya sementara.

Kedua, kita diajarkan bertanggung jawab tterhadap apa yang dititipkan kepada kita. Ya, semua yang kita miliki itu hanya titipan. Semua akan kembali kepada-Nya, Allah, pemilik yang sesungguhnya. Di sini, Allah akan bisa melihat apakah kita layak untuk dititipi sesuatu yang lebih besar? Contoh gampang dalam realita, misalnya kita dititipi suatu barang oleh orang lain, jika kita bisa menjaga barang teersebut dengan baik, tentu orang yang menitipkannya akan semakin percaya kepada kita dan selanjutkan mungkin mau menitipkan barang yang mungkin lebih penting lagi.  Namun, jika kita tak bisa menjaganya, tentu ornag itu tidak akan mau menitipka  barang lagi, bukan? Nah, begitu juga dengan titipan dari Allah. Kita bisa dinaikkan derajat kepercayaan oleh Allah jika kita tidak lalai dalam menjaga titipan-Nya.

Ketiga, dengan sesuatu yang tidak abadi, kita diajarkan untuk tidak selalu bersikap berlebihan. Terutama dalam 254819262_7c5c0bdc75mencintai sesuatu, baik benda mau pun sesama. Jika kita berlebihan dalam mencintai sesuatu, tentu kita akan merasa hancur saat kehilangan dan kita akan menjadi orang yang tidak bersyukur.

Jadi, jangan lah menganggap semuanya milik kita dan hanya milik kita. Tidak ada yang benar-benar milik kita. Semuanya hanya titipan dan semua itu tidak akan bertahan pada kita selamanya. Karena semua akan kembali pada pemilik yang sebenarnya. Yaitu Allah swt.

Yang harus kita lakukan hanyalah mensyukuri semua yang ada. Tak perlu memaksakan apa yang jadi milik kita. Alirkan saja semuanya, karena kita takkan berdiam di satu titik yang sama. Kehidupan itu dimanis, takkan pernah kehidupan berhenti berdetak hingga saatnya nanti kehidupan berakhir, karena kehidupan juga tidak abadi.

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi

Tak ‘kan selamanya
tanganku mendekapmu
Tak ‘kan selamanya
Raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti…

(Peterpan – Tak Ada yang Abadi)

C u………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 15, 2009 by in Pelajaran Hidup.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: