Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

AVATAR : BUKTI NYATA KESERAKAHAN MANUSIA

Assalamu’alaikum…

Sudah menonton film Avatar di bioskop? Mungkin sebagian besar dari Anda sudah menontonnya. Dan sebagian lagi tentunya belum memiliki waktu luang atau bahkan tidak tertarik untuk menonton film tersebut. Bagi yang sudah menonton, apa pendapat Anda tentang film tersebut? Menarik? Tidak menarik? Atau bahkan membosankan? Anda bebas menentukan wacana Anda sendiri.

Tapi bagi saya, film tersebut merupakan film yang sangat fantastik. Selain karena film tersebut menelan biaya produksi terbesar sepanjang masa, diarahkan oleh sutradara handal James Cameron (sutradara film Titanic, kalau Anda masih ingat), juga karena setting film yang sangat “wah” sekali. Bagi Anda yang sudah menontonnya, saya yakin Anda akan berdecak kagum dengan latar film yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan efek-efek yang sangat berbeda dengan film-film sejenis yang sudah pernah ada sebelumnya. Begitu hidup. Begitu nyata. Tak kan ada yang bisa melupakannya jika telah menontonnya.

Namun, terlepas dari semua kefantastikan film tersebut, ada hal terpenting yang membuat film tersebut sangat layak diacungi jempol. Bisakah Anda menduga apa yang membuat film ini begitu berbeda dengan film-film Hollywood lainnya yang mampu menembus pasaran dunia sebelum Avatar diproduksi? Pesan moral yang dikandung film ini. Hal itu yang memberikan “nyawa” dan “kekuatan” dalam film bergenre science fiction ini. Membuat hal yang telah diatur sedemikian rupa sehingga terlihat seperti nyata itu semakin terlihat amat nyata dan manusiawi sekali.

Lalu, apa pesan moral yang dikandungnya itu? Mungkin tak semua orang berhasil menangkap pesan moral yang sebenarnya. Tapi, jika Anda renungkan, pesan itu akan menusuk sangat dalam ke seluruh pembuluh darah Anda dan Anda akan menyadari apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini sekarang.

Mungkin sebelum saya membahas lebih lanjut tentang pesan moral yang ada di film itu, ada baiknya jika kita mengulas kembali apa yang terjadi dalam film berkeuntungan tertinggi di seluruh dunia itu.

Film berdurasi 162 menit ini mengisahkan tentang seorang marinir yang cacat akibat perang yang kemudian dikirim untuk misi khusus ke sebuah planet yang bernama Pandora. Planet Pandora, yang dihuni oleh suku primitif yang bernama suku Na’vi ini, memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Pohon-pohon yang hijau dan besar, bahkan dapat bersinar dalam kegelapan, hewan-hewan yang beragam, gunung yang melayang, memang sungguh memanjakan mata kita saat menontonnya.

Nah, misi khusus yang diemban oleh Jake Sully alias marinir cacat itu adalah melakukan pendekatan dengan suku Na’vi agar mau pindah dari tempat mereka berdiam sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para ilmuwan bumi bisa meneliti dan mengeksplorasi mineral langka dan mahal yang disebut Unobtanium. Supaya lebih mudah beradaptasi dengan suku Na’vi yang memiliki fisik yang lumayan berbeda dengan manusia bumi dan juga karena manusia bumi tidak bisa bernafas di Pandora, maka Jake Sully dibuatkan tubuh serupa Na’vi yang disebut dengan Avatar. Melalui tubuh Avatar itulah Jake Sully melakukan pendekatan dengan suku Na’vi agar suku Na’vi meninggalkan tempat tinggal mereka dengan kompensasi tertentu. Tanpa harus terjadi pertumpahan darah.

Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Pimpinan proyek yang sudah tidak sabar ingin mengeruk keuntungan tidak mau menunggu terlalu lama. Ia merencanakan untuk mengusir suku Na’vi secara paksa dari tanah mereka sendiri. Lalu dimulailah penghancuran tempat tinggal suku Na’vi yang indah dengan sangat brutal dan terjadinya pertumpahan darah di suku Na’vi. Maka perang antara manusia dan suku Na’vi dimulai.

Dari sedikit review film yang mengambil latar tahun 2154 di atas, Anda tentu bisa menyimpulkan apa pesan moral yang dikandung oleh film tersebut. Dari paragraf sebelumnya, jelas terlihat bahwa manusia menunjukkan sifat alamiahnya, yaitu ingin memiliki lebih dengan cara apa pun. Keinginan manusia untuk selalu mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda membuat mereka mangandalkan segala cara untuk dapat memenuhinya.

Di sinilah kita bisa melihat, dan ini telah menjadi bukti atas keserakahan manusia. Manusia tanpa berpikir panjang menghancurkan lingkungan alam yang begitu indah hanya demi memuaskan nafsunya. Kita bisa melihat, bagaimana para pengembang proyek itu menghancurkan hutan-hutan yang ada di Pandora dan mengusir penduduk aslinya dengan paksa dan tanpa belas kasihan. Padahal itu tanah milik mereka, bahkan itu adalah planet mereka. Bukan planet milik manusia. Manusia tiba-tiba datang, lalu menjajah planet yang indah itu hanya karena ingin mengeruk kandungan mineral yang ada di dalamnya. Sungguh tidak tahu diri sekali.

Bukan hanya digambarkan melalui film. Tapi di kehidupan yang nyata ini pun, keserakahan manusia seperti itu pun terlihat sangat jelas. Bagaimana alam kita sendiri yang ada di bumi ini dirusak hanya demi memuaskan nafsu akan keuntungan yang berlipat ganda.

Kita bisa melihat, bagaimana keadaan bumi kita sekarang ini? Setiap hari, puluhan hektar lahan alami dirusak. Hutan-hutan ditebang, dibakar, dan dihancurkan tanpa belas kasihan sedikit pun. Hewan-hewan diburu dengan kejamnya hanya untuk dibuat hal-hal yang tidak perlu. Dan mata kepedulian manusia terhadap lingkungannya sudah ditutupi oleh keperluan duniawi. Padahal kelangsungan hidup manusia bisa terancam dengan tingkah manusia itu terhadap lingkungannya sendiri.

Melihat polah manusia yang seperti itu, tak heran jika sekarang pemanasan global telah melanda bumi ini. Bumi semakin panas, kehidupan semakin sulit. Semua hal itu merembet ke berbagai segi kehidupan. Padahal hanya karena satu masalah, yang sering dianggap sepele, tapi itu sama sekali tidak sepele. Pengaruhnya akan luar biasa sekali terhadap bumi kita ini. Bahkan terhadap kehidupan kita sebagai penghuni bumi.

Pernahkan Anda membaca cerita-cerita futuristik? Cerita futuristik adalah cerita yang mengambil latar kehidupan manusia dimasa depan. Saya sering membaca cerita-cerita seperti itu. Bagi Anda yang sering membaca cerita futuristik, mungkin Anda tahu bagaimana kehidupan yang sering dikisahkan di sana. Lapisan ozon yang sudah tidak ada lagi, manusia yang harus selalu menggunakan pakaian khusus untuk mencegah kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet, makan makanan buatan, tidak ada lagi yang namanya tumbuhan dan hewan, semuanya serba buatan.

Nah, apakah Anda mau kelak keturunan kita mengalami hal-hal seperti yang terjadi di cerita-cerita futuristik itu? Generasi setelah kita akan kehilangan hal-hal yang berharga yang dapat dipelajari di alam. Mereka tak kan pernah bisa melihat dan merasakan keindahan alam yang sesungguhnya. Semuanya sudah habis dan mereka hanya bisa mendambakan kehidupan alami yang hanya ada di masa lampau.

Jika kita tidak menginginkan generasi kita yang selanjutnya mengalami hal yang seperti itu, mulai sekarang kita harus mengurangi keserakahan kita sebagai manusia. Seperti kata seorang da’i kondang, mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulailah saat ini. Jadi, kita bisa memulai untuk menjaga lingkungan kita dari diri kita sendiri. Mulai dengan lingkungan kecil yang ada di sekitar kita, dan mulai kita lakukan detik ini juga

Selain itu, kita juga harus menanamkan rasa kebersamaan. Bagaimana rasanya jika kita menjadi orang-orang yang dirugikan seperti suku Na’vi dalam film Avatar itu? Apa rasanya jika tanah di mana kita menjalani kehidupan kita dihancurkan dengan amat sangat kejam dan brutal? Hanya hati Anda sendiri yang mampu menjawabnya.

Dan dari sana Anda akan dapat merasakan apa yang mereka rasakan. Seperti salah satu prinsip hidup saya; jika saya tidak ingin orang lain memperlakukan saya seperti itu, jangan perlakukan orang lain seperti itu. Maksudnya, jika Anda tidak mau lingkungan Anda dirusak oleh orang lain, maka Anda jangan merusak lingkungan orang lain. Jika Anda telah merasakannya, maka Anda akan tahu bahwa rasanya sakit sekali.***

One comment on “AVATAR : BUKTI NYATA KESERAKAHAN MANUSIA

  1. purnomo
    March 10, 2010

    lw menurut aku bagus, perlu lah ditonton.
    wlua aku blum bisa menyimpulkan apa makna film tersebut, tp mang seru………….
    bener manusia serba kurang puas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 15, 2010 by in Another Stories, Pelajaran Hidup.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: