Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

Dan 65 Tahun Sudah

Assalamu’alaikum..

Well, ga terasa yah sekarang dah tanggal 17 Agustus. Ga mungkin ga da yang nyadar kalo sekarang adalah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 65. Yah, kalo gitu sebelumnya saya mo ngucapin met ultah aja buad negara tercinta ini. Moga2 aja ga makin bobrok dan ancur kayak sekarang ini.

Okeh, mungkin kata-kata saya ini terlalu sarkatis. Tapi, it is really2 a fact.  Korupsi makin parah, pembesar2 negara makin ga peduli ma rakyatnya, de-el-el. Parah. Terus terang, saya sangat kecewa dengan Indonesia yang sekarang. Yah, begitulah. Makin lama buka makin bener, tapi makin suram.

Selain itu juga, para pahlawan juga pada ga dihargai lagi di mana-mana. Tadi saya nonton tayangan di salah satu TV swasta tentang veteran yang hidupnya melarat. Padahal dulu dia ikutan berjuang mati2an demi kemerdekaan negara ini. Tapi setelah dihari tuanya, malah ngutang sana, ngutang sini. Ga bisa hidup layak. Apakah ini termasuk menghargai? I think no.

Sudahlah, saya agak males juga untuk berbicara terlalu panjang lebar mengenai kesuraman negara ini. Toh, masih banyak juga prestasi2 membanggakan yang ditorehkan oleh anak bangsa di mata dunia. Biarkan sajalah orang2 tua itu mau berbuat semaunya untuk menghancurkan bangsanya sendiri, namun generasi muda terus berjuang untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Saya sangat kagum dengan generasi muda yang sudah menorehkan nama baik Indonesia  di internasional. Baik sebagai duta pendidikan, lingkungan, teknologi, budaya dan lain sebagainya. FYI, mereka sangat dihargai dan dipuja-puji oleh dunia. Tapi di negaranya sendiri? Entah lah yah?

Saya tau rasanya dipuji oleh orang yang bukan dari Indonesia karena mengharumkan nama Indonesia. Okeh, saya emang bukan duta budaya. Saya tau rasanya saat saya dan 4 teman saya dipuji saat tampil menarikan tari Persembahan di depan beberapa pejabat Malaysia yang datang ke Batam. Padahal lebih banyak lagi penari yang bisa menarikan tarian itu jauh lebih baik daripada saya dan teman2 saya, tapi mereka sudah memuji dan sangat terharu dengan kami. Mereka secara tulus mengakui bahwa mereka menyukai penyambutan yang diberikan oleh kami. Well, itulah sedikit penghargaan internasional terhadap anak bangsa.

Jujur, bagi saya kenapa Malaysia suka mengklaim budaya kita,  itu karena mereka lebih bisa menghargai budaya Indonesia dibandingkan dengan bangsa Indonesia sendiri. Mereka merasa lebih pantas untuk menyimpan budaya itu sebagai budaya mereka, ketimbang bangsa yang tidak menaruh perhatian kepada budayanya sendiri. Mereka yakin bahwa mereka bisa menjaga dan mengembangkanbudaya itu.

Yah, bukannya saya mendukung mereka. Saya juga ga suka kalo budaya kita diambil2 orang. Saya cuma berpikir bagaimana kalo saya berada di posisi negara yang mengklaim budaya kita itu. Kalo menurut saya yah kayak gitulah.

Yah, mungkin di refleksi 65 tahun ini hanyalah gimana caranya kita lebih menghargai bangsa sendiri sehingga tercipta kemerdekaan yang sesungguhnya. Itu ja deh. Ga sah banyak2.

C u…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 17, 2010 by in Curahan Hati, My Aspirations.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: