Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

Ketika Otak dan Mulut Tidak Sinkron

Assalamu’alaikum..

Kali ini saya cuman pengen ngeluarin unek-unek ajah..

Saya lagi lagi kangen.. Kangen dengan banyak hal.. Baik dari masa lalu, juga dari masa yang baru-baru ini.. Tapi ada satu hal yang benar-benar membuat saya kangen..

Yah, emang sulit banged untuk bisa mengulang semuanya.. Bahkan bisa jadi itu tidak mungkin. Sesuatu yang udah terjadi, hanya bisa terjadi sekali saja. Takkan bisa terjadi lagi.

Saya bukan menyesali, hanya saja saya ingin merasakannya sekali lagi.. Ya, sekali saja. Cukup satu hari saya bisa merasakannya lagi, itu sudah lebih dari cukup buat saya. Setelah itu mungkin saya bisa mengucapkan terimakasih pada kesempatan dan berhenti berharap pada kenangan itu. Membiarkannya bersembunyi di salah satu sudut hati dan pikiran saya.

Bisa saja saya berkata ingin mengulang kenangan. Tapi saya bukan tipe orang yang bisa mengutarakan apa yang saya inginkan. Saya tipe pemendam. Walau kadang orang tak berpikir seperti karena melihat saya adalah orang yang blak-blakan. Tapi sebenarnya saya tidak bisa berbicara. Kata seseorang, saya hanya bisa meniru apa yang dibicarakan orang lain. Ya, dia benar. Saya memang seperti itu. Yang saya bicarakan bukan dari diri saya. Karena paling tidak bisa mengungkapkan isi hati saya secara lisan. Ya, otak dan mulut ini memang selalu tidak sinkron.

Karena itulah, saya hanya bisa menyimpan berbagai kenangan di sudut pikiran, tanpa bisa memintanya terulang lagi. Tak pernah bisa. Walau pun sudah di ujung lidah, takkan pernah bisa keluar.

Mungkin salah satu alasan saya menjadi tipe pemendam ini karena saya terlalu pesimistis. Saya selalu merasa, jika saya bicara dan meminta hanya akan menyulitkan orang lain. Tapi ketika saya tidak berbicara, justru kejadiannya akan lebih menyulitkan lagi. Tapi tetap saja saya masih tidak bisa berbicara.

Terus terang, saya sangat sering merasakan sakit karena saya tidak pernah bisa mengutarakan apa yang saya rasakan. Saya sangat menginginkan sesuatu, tapi saya tidak bisa bilang bahwa saya inginkan itu. Saya hanya bisa memandangi atau mengkhayalkannya.

Yah, seperti kali ini.. Saya kangen dengan satu hal, tapi saya tak berani untuk memintanya. Menyimpannya saja.

Mungkin ada yang berpikir, kalau saya tidak bisa meminta apa yang saya inginkan, kenapa saya bisa curhat dengan tulisan? Yah, inilah saya. Saya sama sekali tidak kesulitan untuk mengeluarkan isi pikiran saya ke dalam tulisan. Saya tidak bisa mengungkapkannya secara lisan dengan mulut. Otak saya hanya sinkron dengan jari-jari tangan saya.

Dan lagi, jika saya bisa mengungkapkan apa yang saya mau dengan tulisan, kenapa saya tidak menulis bahwa saya menginnginkan sesuatu kepada orang yang dimaksud? Yah, seperti yang sudah saya jelaskan, saya paling gak bisa meminta sesuatu ke orang. Pesimistis, takut ditolak duluan.

Yah, mungkin saya memang orang aneh dan penakut. Bahkan pecundang.

2 comments on “Ketika Otak dan Mulut Tidak Sinkron

  1. anonymous
    April 25, 2011

    Gw pengen sukse,gw pengen bahagiain ortu gw,istri gw,dan orang yg da d sekeliling gw,,hidup ni memang kejam,,,,di saat gw lg berusaha,slalu aja ada cobaan ,,,gw pngen memeohon sama tuhan,,beri gw kesempatan untuk bisa bikin orang disekeliling gw bahagia dengan usaha gw,,,buka kan jalan yang terbaik bwt hambamu ni tuhan??

  2. maisyarahpradhitasari
    June 25, 2011

    chiaan… gerkunjung ke blog q ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 13, 2011 by in My Aspirations.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: