Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

Semua Pakai Uang

Assalamu’alaikum..

Mungkin banyak pikiran timbul setelah membaca judul di atas. Ada yang berpikir positif dan pasti ada juga yang berpikiran negatif.  Tapi sebelum kita masuk lebih jauh, silakan simak penggalan salah satu BAB dalam buku Catatan Mahasiswa Ganteng Gila yang ditulis oleh Adhitya Mulya ini (dimana tokoh “gue” adalah Adhitya Mulya).

…………………..

Suatu hari, kelas baru selesai, Bang Anis bersiap-siap menyuarakan adzan. Gue dan Hasan membereskan perangkat mengajar. Sebuah mobil Cherokee biru lewat depan masjid, melintasi kita berdua.

“Semoga suatu saat nanti gue bisa jadi orang kaya, ya, San,” kelakar gue.

“Ih, kok, kalo doa, lu yang duniawi gitu sih?”

“Emang salah doa gue?”

“Yang penting bukan hartanya. Yang penting amalnya,” ujar Hasan.

“emangnya lu bisa beramal tanpa uang, San?”

“Bisa.”

“Gitu, ya, San? Bang Anis ke sini naik apa, San?”

“Motor. Rumahnya jauh.”

“Motor pake bensin gak?”

“Iyalah, masak pake aer.”

“Untuk pergi ke mesjid ini dan beramal baik, dia perlu keluar duit untuk bensin, kan?”

“Iya.”

“Jadi untuk beramal pun, kita harus keluar uang, kan?”

Hasan terdiam sebentar.

“Iyah sih. Tapi rumah kita deket. Kita gak perlu keluar uang. Gak perlu jadi orang kaya untuk beramal, kan.”

“Barusan kita ngajar pake listrik gak?”

“Iya.”

“Siapa yang bayar?”

“Yang punya masjid.”

“Koreksi, jutawan sebelah rumah yang punya masjid ini, kan?”

“Iya.”

“Kalo dia gak bayarin listrik, gak beliin spidol, gak beliin whiteboard, apakah lo dan gue bisa ngajar, San?”

“….”

“Apa bedanya orang bagiin sembako, mie instan satu dus dan segepok uang? Gak ada, San. Mie instan hanyalah uang dalam bentuk barang karena seorang donatur gak mungkin bisa kasih sembako itu, kalo sebelumnya dia gak beli pake uang.”

“…”

“makanya gue bilang juga, gak salah doa jadi orang kaya. Karena suka gak suka, mau nolong orang pun, kita perlu uang.”

…………………..

 So, apa yang bisa kita ambil dari penggalan kisah di atas?

Kalau menurut saya, semua yang ada di dunia ini berorientasi pada uang. Bahkan untuk beramal sekalipun, kita memerlukan uang. Kecuali untuk satu hal, untuk shalat dan berdoa. Karena dan shalat berdoa, bagaimanapun kondisi kita, kita tetap bisa melakukannya (kecuali kalau bener2, shalat itu butuh kopiah, butuh sarung, butuh mukenah, butuh sadjadah dan jelasnya, kita butuh pakaian. Dan itu semua dibeli dan dibuat pakai uang). Sedangkan amalan lain, kalau saya pikir2, tetap pakai uang.

Misalnya, yang simpel aja. Kita mau mengaji. Untuk mencetak sebuah Al Quran, tentu pakai uang. Ada Al Quran yang tidak perlu beli. Tapi untuk bikin Al Quran, tentu pakai uang. Produsen Al Quran harus beli kertas, beli, tinta, beli mesin cetak, menggaji pegawai dan lain sebagainya. Semua itu jelas pakai uang kan? Kalo tidak ada uang yang mendanai, mungkinkah seorang produsen Al Quran bisa mencetak Al Quran?

Itu masih yang mendasar. Belum lagi urusan lain seperti ngasih pengemis, berinfaq, berzakat dan bershadaqah. Semua jelas pakai uang kan? Bahkan mati saja, kita masih butuh uang untuk membeli kafan dan uang sewa kavling 2×1.

Jadi, menurut saya memang semua yang ada di dunia ini pakai uang. Tidak ada yang tidak pakai uang. Jadi berlomba-lombalah kita untuk menjadi orang kaya. Namun, niatkan kita menjadi orang kaya agar kita bisa terus beramal kepada Allah swt. Bukan cuma jadi orang kaya yang cuma bisa foya2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 22, 2012 by in Pelajaran Hidup.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: