Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

Dengan Cara Apa Allah swt Membantu Umat-Nya?

Assalamu’alaikum..

Mendapatkan sebuah kisah dari sebuah blog sahabat. Semoga bermanfaat dan menginspirasi..

Di sebuah desa kecil, tinggallah seorang pemuda yang bernama Ali. Ali adalah seorang ahli ibadah yang amat mempercayai Allah swt, lebih dari warga desa lainnya, sehingga ia amat disegani oleh masyarakat di desa tersebut.

Suatu hari, desa yang damai itu dihebohkan dengan berita akan datangnya banjir bandang yang melanda desa itu dan beberapa desa lain di sekitarnya. Pemerintah setempat pun mulai menyiapkan area pengungsian dan menghimbau masyarakat desa tersebut dan beberapa desa lainnya untuk segera mengungsi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Masyarakat setempat pun mengemasi barang-barangnya untuk segera mengungsi ke tempat yang telah disediakan.

Namun sayangnya, tidak semua penduduk berniat dan menyegerakan untuk mengungsi. Termasuk Ali. Ia menolak untuk mengungsi karena yakin Allah swt akan menyelamatkan dirinya dari bahaya banjir tersebut.

“Pak, sebaiknya Bapak ikut kami. Mari, Pak. Ini kendaraan yang terakhir,” ajak petugas penyelamat.

“Terimakasih, Pak. Maaf, saya tidak ikut. Saya yakin Allah swt akan membantu saya. Permisi, saya mau shalat dulu, Pak,” jawab Ali.

Petugas penyelamat itu pun tak bisa melakukan apa-apa untuk memaksa Ali ikut dengannya. Akhirnya ia pergi, karena masih ada rumah yang belum ia datangi dan hujan pun sudah mulai turun.

Ali telah mengambil wudhu dan menghamparkan sajadah, bersiap untuk menunaikan shalat. Hujan di luar semakin deras. Ali tidak merasa terganggu dengan bunyi derasnya hujan atau gelegar guntur dan petir di luar sana. Ia tetap khusu’   hingga shalatnya selesai. Kemudian ia berdzikir dan berdoa kepada Allah swt, agar Allah swt menyelamatkan dirinya dari bencana itu.

Hujan itu masih deras hingga 4 jam kemudian. Sungai, danau dan rawa sudah tidak  mampu lagi menampung tumpahan air dari langit itu. Perlahan-lahan airpun meluap dan menggenangi jalan-jalan desa dan kemudia masuk ke rumah-rumah. Puncaknya, air telah naik setinggi lutut orang dewasa.

Melihat kejadian itu, tim penyelamat kembali melakukan evakuasi orang-orang yang belum mengungsi. Kali ini petugas menggunakan perahu karet karena jalan sudah tidak bisa lagi dilalui kendaraan beroda.

“Maaf, Pak. Sudah saya katakan sebelumnya, bahwa Allah akan membantu saya untuk selamat.” Begitu jawaban Ali ketika salah seorang petugas penyelamat mengetuk pintu rumahnya.

“Ayolah, Pak. Kami benar-benar ingin membantu Bapak. Agar bapak tidak menjadi korban,” bujuk petugas itu.

Namun Ali masih saja kukuh dengan pendiriannya. “Terimakasih, Pak. Tapi saya tetap di sini saya. Saya amat yakin Allah akan menolong saya selamat dari banjir ini,” ujar Ali.

Petugas pun kembali menyerah untuk membujuk Ali agar mau mengungsi. Ia pun berlalu untuk membantu warga lain yang belum mengungsi.

Beberapa jam kemudian, hujan tak kunjung mereda. Air pun sudah menggenang setinggi pinggang Ali. Petugas yang tahu bahwa masih ada seorang warga yang belum mengungsi, beramai-ramai menjemput dan membujuk Ali agar mau ikut mengungsi.

“Hanya Bapak yang masih tinggal. Ayolah, Pak. Mari kita mengungsi. Jika air sudah semakin tinggi, kami tidak bisa lagi menjemput Bapak. Ini yang terakhir kalinya, kami mohon Bapak mau ikut mengungsi seperti warga lainnya.” Petugas penyelamat itu terus memohon kepada Ali.

“Allah swt selalu bersama umat-Nya. Saya yakin itu sehingga saya tetap tinggal. Saya percaya bahwa saya akan baik-baik saja. Allah pasti menolong saya,” terang Ali.

Petugas itu masih berusaha untuk membujuk Ali. Namun Ali bergeming begitu saja. Berbagai cara ia coba, namun tak bisa menggoyahkan keinginan Ali untuk tetap tinggal. Lagi-lagi, petugas kembali ke posko tanpa Ali.

Akhirnya, air sudah setinggi leher Ali. Ali mulai kepayahan. Namun ia terus berdoa agar Allah swt menyelamatkan dirinya, “Ya Allah, aku tak pernah ragu akan kuasa-Mu. Kau pasti datang untuk menyelamatkanku.”

Tiba-tiba, lewatlah sebatang kayu besar dari pohon yang patah diterjang banjir. Batang kayu itu terapung-apung di dekat Ali, seolah-olah menunggu Ali menggapainya. Namun Ali tetap tidak peduli. Padahal ia mungkin bisa selamat jika menggapai batang pohon itu.

Air pun semakin tinggi dan menenggelamkan Ali. Ali yang masih menunggu pertolongan Allah swt, mulai meragu di dalam hatinya. Mejelang kematiannya, ia bertanya kepada Allah, “Ya Allah, aku tak pernah meragukan-Mu sedikitpun. Aku tak pernah melanggar larangan-Mu dan selalu melaksanakan perintah-Mu. Akupun amat percaya pada kuasa-Mu. Namun mengapa Engkau tak menyelamatkanku? Kau malah menyelamatkan orang-orang yang mungkin saja sangat banyak melakukan dosa?”

Sayup-sayup, Ali mendengar sebuah suara, “Ya Ali, Aku sudah menyelamatkanmu berulang kali. Tapi kau selalu saja menolaknya. Aku sudah mengirimkan peringatan banjir, sudah selayaknya kau mengungsi. Aku mengirimkan petugas penyelamat, tapi kau tak pernah mau mengikuti ajakan mereka. Terakhir, Aku mengirimkan sebatang pohon besar, tapi kau malah tidak mempedulikannya. Itulah semua pertolongan-Ku untukmu, Ali..”

Bantuan Allah swt tidak pernah hadir secara langsung. Tidak akan terlihat secara nyata. Allah swt memberikan bantuan-Nya melalui perantara makhluk-makhluk-Nya yang baik. Untuk itulah Allah swt menciptakan makhluk-Nya dengan berupa-rupa kebaikan agar dapat menjadi perantara Allah swt untuk membantu umat-Nya. Maka dari itu, sebaiknya kita menerima dan mempercayai niat baik orang lain, karena mungkin saja dibalik niat baik orang itu membantu kita, terseliplah bantuan dari Allah swt.

C u..🙂

source:
http://ekopowerranger.wordpress.com/2012/06/28/dengan-cara-apa-allah-swt-membantu-umat-nya/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 29, 2012 by in Pelajaran Hidup.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: