Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

And I’m Still Flowing..

Assalamu’alaikum..

Sudah lebih dari setahun, bahkan hampir 2 tahun, saya tidak menulis di sini. Terus terang saya kangen, merindukan menulis lagi. Menguntai kata demi kata tentang apa saja yang ada dalam keala. Semoga saja, absennya saya selama hampir 2 tahun disni, tidak mengurangi kualitas saya dalam menuangkan isi kepala..🙂

Sekarang, hidup saya masih mengalir. Walaupun alirannya masih di sana2 saja. Tapi saya menikmati mengalir di sini. Ya, status saya masih seperti yang saya ceritakan diakhir postingan ini. Saya masih berstatus seorang kuli coding aka programmer. Masih betah kah saya? Alhamdulillah saya masih betah disini.

Sudah lebih dari 2 tahun saya menggeluti profesi sebagai penulis coding alias program komputer. Toh masih sama penulis ini. Walaupun bahasa yang dipakai bukan bahasa Inggris atau Indonesia, melainkan bahasa komputer. Terus terang saya menikmati pekerjaan yang awalnya saya pesimis ini. Saya pikir, paling mentok setahun juga udah bubar jalan, tapi ternyata saya teramat betah di sini. Banyak hal yang membuat saya bertahan di sini, namun yang paling utama adalah suasananya. Suasana yang takkan bisa saya temukan di tempat lain.

Saya masih mengalir di sini, bahkan selama 2 tahun, saya masih berada di divisi yang sama. Divisi Dokuku yang kini sudah ganti nama menjadi Bostoko. Ring a bell? Mungkin beberapa dari Anda bisa menebak saya bekerja di software house mana. Bosan? Maaf, saya belum bosan. Alhamdulillah. Saya menyukai apa yang saya jalankan, dan mungkin saya akan bertahan cukup lama di sini.

Namun, bukan berarti saya hanya mengalir di danau yang itu-itu saja. Alhamdulillah, sebentar lagi insha Allah saya akan mengalir ke tempat yang lebih jauh. Bahkan akan memiliki tempat berlabuh. Ya, sebentar lagi saya tidak hanya akan mengalir tidak karuan, tapi saya telah menemukan tambatan. Seseorang yang akan menjadi pelabuhan dari perahu yang tengah saya kemudikan. Dalam waktu dekat, insha Allah saya tidak akan single lagi. Setelah bertahun-tahun mencari pelabuhan yang bisa saya singgahi secara permanen, akhirnya saya berhasil menemukannya.

Seorang pria. Ya, pria. Bukan cowok atau laki-laki. Hehehehe.. Sebentar lagi perahu saya akan memiliki pengemudi baru, yakni seorang suami. Insha Allah seorang suami yang baik akhlak dan agamanya. Doakan saja, semoga lancar hingga hari H. Terus terang, persiapannya saja sudah membuat kepala saya seakan mati rasa. Super duper ribet! Tapi kata orang, itulah seninya. Namanya nikah yah ribet, pusing. Karena yang menikah bukan cuma sepasang manusia, melainkan menikahkan 2 buah keluarga besar. Pusing? Gak usah ditanya deh.

Tapi walaupun pusing, saya amat menikmati momen2 yang sebentar lagi akan mengubah  hidup saya. Hal yang sudah lama saya nanti2kan. Tapi masih tetap juga harus menanti hingga hari H(alal). Cukup untuk membuat saya deg2an setengah mati.

Saya yang selama ini tidur dengan adik saja kadang sudah risihnya setengah mati. Padahal kami pakai kasur tingkat. Saya di atas, adik saya di bawah. Apalagi nanti sudah 1 kasur dengan suami. Oh My God, saya sulit membayangkan. Tapi mungkin hanya faktor kebiasaan kali yah? Lama2 pasti biasa. Tapi sudahlah, membayangkan hal konyol itu nanti2 saya. Apalagi masih banyak yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Well, saya masih mengalir di isini, dan sebentar lagi saya akan mengalir ke tempat lain yang memiliki pelabuhan. Pelabuhan hati. Semoga saja hati ini cukup berlabuh di sana. Tidak minta pindah lagi ke mana2 (amit2!).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 8, 2014 by in Curahan Hati.

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: