Hanya Sebuah Catatan Kecil

dariku yang bukan siapa-siapa

How I met you? (Part.1)

Assalamu’alaikum Pelabuhan Hatiku..

Apa kabar sayang? Aku menulis ini ketika sedang suntuk di kantor. Kerjaan sudah selesai dan menunggu kau menjemputku pulang. Tiba2 aku teringat tentang kita dan aku ingin bercerita.

Aku masih ingat, pertama kali kita bertemu di tahun 2009, dibulan Agustus. Tanggal persisnya aku lupa, tapi aku pasti ingat pertama kali kita bertemu saat hari pertama OSPEK kuliahku. Saat itu aku adalah peserta OSPEK dan kau adalah panitia pelaksana OSPEK tahun itu.

Awal aku bertemu denganmu, tak ada sama sekali rasa respek di hatiku. Malahan aku takut padamu, sayang. Karena kegalakanmu yang selalu memarahi mahasiswa baru. Setiap kau berdiri di depan memimpin acara, aku selalu merengek pada wali kelompokku untuk menyingkir dari tempat acara dengan dalih asmaku kambuh. Sungguh, aku benar2 tidak suka denganmu waktu itu. Image-mu sebagai senior sengak dan galak membuatku jengah serta tidak berminat memandang wajahmu lama2.

Lebih dari seminggu aku mengikuti OSPEK dan lebih dari seminggu pula aku kesal setiap kali melihatmu. Apalagi ketika kau marah2 kepada kami. Setelah OSPEK berakhir, aku lega karena kupikir aku takkan bertemu denganmu lagi. Toh, kau berbeda jurusan denganku. Aku di jurusan Teknik Informatika dan kau di Teknik Elektronika.

Tapi rupanya aku salah. Setelah OSPEK masih ada lagi kegiatan untuk mahasiswa baru yang masih disupervisi oleh kalian, para panpel. Dan ternyata kegiatan ini mengubah segalanya untuk kita. Aku berkenalan denganmu setelah OSPEK, ketika ada kegiatan bakti sosial untuk mahasiswa baru. Awalnya aku tetap tak peduli padamu. Toh, kau juga tidak mensupervisi bagian Humas, tempatku berada sebagai anggota. Apalagi saat itu salah seorang temanmu malah PDKT denganku.

Kemudian ketika aku aku menjadi penanggungjawab kelompok sumbangan, kau memberikan nomor ponselmu padaku untuk jaga2 jika aku membutuhkan sesuatu untuk kelompokku. Yah, aku tahu itu hanya bentuk kewajibanmu terhadap adik tingkatmu. Kau memberikannya kepada semua penanggungjawab kelompok. Aku juga hanya menyimpan nomormu dan tak pernah menghubungimu sama sekali. Hehehehehe..

Pertama kali aku menghubungi justru hanya untuk mengucapkan selamat lebaran. Hanya sekedar template ucapan biasa yang kukirimkan ke semua teman2ku. Tak ada yang spesial, karena aku menggunakan fitur send to many untuk mengirimkan sms itu. Hanya sekedar ucapan biasa, tak lebih.

Dua minggu menjelang hari H pelaksanaan bakti sosial, itulah bertama kali kita berkenalan sebenarnya. Awalnya hanya kau dan para supervisor lain yang mengamuk karena pelaksanaan acara tidak karuan dan meminta perwakilan 3 orang dari masing2 bagian untuk rapat khusus dengan para supervisor. Aku adalah satu dari 3 orang perwakilan bagian Humas yang ikut rapat persiapan dengan supervisor dan BEM. Ketua kelompokku meminta tolong padaku dan aku mau saja menurutinya.

Saat istirahat menanti rapat dimulai, aku mengeluarkan majalah yang baru kubeli saat istirahat makan siang. Aku lebih suka membaca buku dari pada ikut ngobrol ngalor ngidul dengan anggota rapat lainnya. Aku hanya duduk sendirian di sudut ruangan di samping seorang teman kelompk yang baru kukenal yang bisingnya bukan main. Saat aku membaca, aku sadar bahwa ada seseorang yang terus menerus menatapku. Sempat kualihkan pandanganku dari majalah yang kubaca dan melihat dirimu yang buru2 memalingkan pandangan dariku. Tapi aku masih cuek saja. Kupikir kau hanya heran kenapa yang lain berisik, tapi aku hanya diam sendirian di sudut.

Sayup2 kudengar kau menanyakan nama dan jurusanku kepada salah satu teman kelompokku. Dia menjawabnya dan menggodamu kenapa kau menanyakannya. Dia berpikir kau ada hati padaku. Hahahahahahahaha.. Aku masih tetap cuek, kupikir kau bertanya karena hanya akulah yang tak kau kenal. Tak lama, kau malah mendekatiku dan mengajakku mengobrol. Yah, mungkin kau hanya mau kenalan. Tak masalah.

Setengah jam menjelang rapat dimulai, kau dan aku mengobrol santai. Tentang hobiku membaca dan menulis, kemudian kau menawarkan padaku untuk bergabung di salah satu UKM yang bergerak di bidang pers di kampus. Dengan senang hati kuterima tawaran itu karena aku memang sudah mengincar UKM itu ketika pertama kali dikenalkan saat OSPEK berlangsung. Dan kita mengobrol santai hingga rapat dimulai.

Itulah pertama kalinya aku berkenalan denganmu. Pertama kalinya aku berbicara dan ngobrol berdua denganmu. Walaupun diselingi dengan godaan2 dan ledekan dari orang lain, walaupun saat itu aku belum memiliki rasa apa2 padamu selain menghormatimu sebagai senior di kampus..

To be continue.. (Kalo ada waktu buat nulis..😛 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 2, 2015 by in 8124126, Curahan Hati, Pelajaran Hidup.

Navigation

My Quot

"Apa makna hidup di bumi? Tak bisa dijawab, harus dijalani. Aku adalah diri sendiri. Bukan kamu, bukan dia, bukan mereka. Aku adalah aku.."

My Facebook

My Twitter

My Profile

%d bloggers like this: